Togian Islands National Park (Underwater Experiences), Sulawesi – Indonesia

Halo EATers, tentunya kamu sudah mengetahui kalau salah satu hobi aku sendiri itu memang jalan-jalan dan bereksplorasi. Jadi nih kali ini aku mau berbagi cerita kepada kamu mengenai pengalaman trip aku ke Togean kemarin. Tentu masih ada diantara kamu yang bertanya-tanya mengenai dimana sih Togean itu sendiri dan kok kayak nama kecambah (toge) btw ini bukan nama makanan hehehe. Jadi nih EATers, Togean itu sendiri adalah sebuah taman nasional yang terletak di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah yang diresmikan sejak tahun 2004 dan secara administratif termasuk dalam Kabupaten Tojo Una-Una.

Kepulauan Togean ini sendiri sudah terkenal dengan kekayaan terumbu karangnya nih EATers serta berbagai biota laut yang dilindungi dan menurut survei Marine Rapid Assessment Program (MRAP) oleh Conservation International Indonesia (CII) tahun 1998 di Kepulauan Togean dan Banggai menunjukkan bahwa kepulauan Togean merupakan salah satu bagian ekosistem terumbu karang penting dari ‘coral triangle’ yang meliputi wilayah Indonesia, Filipina, Malaysia, Papua Nugini, Jepang dan Australia loh. Wah aku jadi nggak sabar buat melakukan eksplorasi di Kepulauan Togean. Ini adalah kali pertama aku sendiri loh untuk mengunjungi pulau ini, tentu sangatlah excited. Yuk ikuti ceritaku selengkapnya!.

DAY 1

Perjalananku dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta – Jakarta dimana aku melakukan penerbangan dari Jakarta ke Gorontalo, dalam perjalanan ini aku dan teman-teman mengambil penerbangan subuh sehingga bisa sampai di Gorontalo sebelum siang hari. Penerbangan dari Jakarta ke Gorontalo dengan melakukan transit dikota Makassar nih, dari Jakarta ke Makassar ditempuh selama 2 jam dan 10 menit kemudian dari Makassar ke Gorontalo ditempuh selama 1 jam dan 20 menit. Tentu adalah perjalanan yang memakan waktu yang cukup lama untuk menempuh kepulauan Togean ini.

Jadi nih EATers, untuk menuju kepulauan Togean ini sendiri kamu dapat memilih 3 alternatif, pertama dengan mencari penerbangan ke Ampana yang merupakan salah satu kota terdekat dari kepulauan Togean, Poso atau Gorontalo. Pada trip ini aku dan teman-teman memilih untuk mengambil penerbangan ke Gorontalo dikarenakan ketika kami mencari penerbangan ke Ampana yang lokasinya lebih dekat dari kepulauan Togean harganya lebih mahal, sehingga akhirnya kami memutuskan untuk mengambil penerbangan ke Gorontalo.

Balik lagi nih ke cerita pas sesampainya di Gorontalo, perjalanan masih panjang loh EATers!. Sesampainya aku di Provinso Gorontalo tepatnya di Bandara Jalaluddin, setelah aku dan teman-teman telah berkumpul semua dan telah berbelanja kebutuhan kami selama di kepulauan Togean (snack, mie instant dll karena dipulaunya kata guidenya tidak ada supermarket atau minimarket) akhirnya kami melakukan perjalanan ke Dermaga Marisa selama 2.5 jam. Cuaca terik matahari menemani perjalanan aku dan teman-teman menyusuri kota Gorontalo menuju pelabuhan Marissa, aku sendiri sampai ketiduran dalam mobil karena memang dari subuh sudah harus berada di airport dan karena saking excitednya aku sendiri jadi gabisa tidur deh dari semalamnya 😂 .

Akhirnya setelah kurang lebih 2.5 jam aku dan teman-teman sampai juga nih di Dermaga Marissa dan siap berangkat menuju kepulauan Togean dengan membawa peralatan dan kebutuhan kami masing-masing. Btw nih EATers, dipulau togean itu sendiri sangat susah bahkan tidak ada signal telephone sehingga aku puas-puasin dulu deh instastory dll hahahha 😂😂😂.

Oh iya, kamu juga bisa menggunakan 2 opsi loh ketika ingin menyebrang ke kepulauan Togean dimana opsi pertama kamu dapat seperti aku ini menggunakan speed boat tetapi harganya cukup mahal nih EATers yaitu kurang lebih 6 jutaan sekali jalan dan bisa mengangkut hingga 10 orang didalam speed boatnya atau opsi kedua menggunakan kapal ferry yang tentu harganya jauh lebih murah tetapi memakan waktu perjalanan selama 12 jam, kamu tinggal pilih aja deh mau yang mana 😊 . Katanya jarang sekali loh wisatawan yang mengunjungi Togean melalui Gorontalo karena memang lebih jauh dari Ampana.

Processed with VSCO with s2 preset
Speed Boat yang kita gunakan ke Kepulauan Togean (terlihat seperti kapal nelayan ya)
IMG_1461
Ombak Tenang diperjalanan

Perjalanan dilanjutkan mengarungi lautan dengan menggunakan speed boat menuju Kepulauan Togean, angin sepoi-sepoi menemani perjalanan kami dari awal hingga akhir, dari awalnya excited sampai pada ketiduran semua dan semua cemilan yang dibeli buat dipulau malah dicemilin. Tetapi aku sangat enjoy dan menikmati sekali perjalanan ini, berasa menyatu dengan alam dan terbebas dari hiruk pikuk serta kepenatan kota. Aku dan teman-teman sangat beruntung sekali karena cuaca dan ombak ketika kami menuju kepulauan Togean ini sangat baik dan cerah, bahkan ombak pun tenang.

Processed with VSCO with s2 preset
Sampai di Bolilanga Island Resort
IMG_1416
Salah satu kamar atau villa disini
IMG_1374
Salah satu kamar atau villa disini

Setelah kurang lebih perjalanan selama 2.5 jam – 3 jam perjalanan akhirnya aku sampai juga di Kepulauan Togean, kami menginap disalah satu pulau dan resort bernama Bolilanga Island Resort. Ketika sesampainya disini aku sangat terpesona dengan resort ini, tertata rapi dan tenang serta para penjaganya yang ramah. Aduh memang benar aku sudah salah kostum ketika berangkat kesini, karena memang aku menggunakan sepatu converse lengkap dengan kaos kaki (maklum namanya juga pertama kali kesini kan nggak tau ya). Setibanya kami diresort ini kami diantar kekamar masing-masing, aku jujur penasaran banget sama kamarnya soalnya dari luarnya kan kelihatan menarik banget nih hehehe.

Memasuki kamar disini sangat sederhana tetapi tetap menawan dan memang benar-benar berasa di paradise. Tetapi nih EATers untuk kamarnya sendiri disini ada 2 tipe dengan range harga sekitar IDR 350.000-450.000 permalamnya, waktu aku kesini ternyata lagi ada beberapa pasangan bule yang sedang berlibur juga disini loh dan katanya ada juga beberapa wisatawan asing yang sampai tinggal disini berminggu-minggu dan aktifitasnya hanya snorkling depan resort terus balik lagi deh kekamarnya. Oh iya EATers, untuk harga menginap di Bolilanga ini sendiri sudah termasuk sarapan pagi dan juga makan malam yang disediakan oleh pihak resort.

Balik lagi nih kesituasi yang ada dikamarnya, dikamar yang aku tempati ini sendiri EATers terdapat ranjang yang memiliki kelambu, benar-benar berasa zaman jadul tetapi memang sangat dibutuhkan guna menghindari gigitan nyamuk ketika tidur dimalam hari, selain itu juga terdapat lemari didalamnya. Jendelanya dapat kamu buka juga loh EATers, dan hal itu yang aku lakukan ketika sampai dikamar dikarenakan karena kamarnya kamarnya tertutup dan lubang udara sangat sedikit sehingga pengap. Ketika aku bertanya kepada salah satu penjaga resort ini EATers ternyata juga disini listrik tidak menyala selama 24 jam seperti kita di Jakarta tetapi hanya dari pkl. 18.00 WITA hingga 23.00 WITA.

IMG_5385
Menikmati sunset pertama di Togean

Hari pertama ketika sampai disini tentu waktu sudah sore sehingga tidak memungkinkan untuk aku dan teman-teman untuk mengunjungi destinasi wisata disini, dikarenakan jarak tempuh dari resort ke tempat tujuan paling kurang memakan waktu selama 20 menit dan harus menggunakan speed boat (kan nggak mungkin berenang karena emang cukup jauh) . Aku dan teman-teman pun menikmati sunset pertama di kepulauan Togean ini, benar-benar pemandangan yang indah dan matahari terbenam dengan eloknya.

Setelah selesai berfoto-foto dan mengelilingi pulau akhirnya aku dan teman-teman memutuskan untuk bersih-bersih alias mandi dan lain-lain sebelum makan malam. Tentunya setelah makan malam dengan menu-menu yang disediakan oleh pihak resort kami pun beristirahat. Btw ketika listrik menyala jangan lupa ya EATers untuk mencharge semua alat elektronik yang kamu miliki, karena meskipun pagi hari listrik mati loh dan hanya menyala dari pkl.18.00 – 23.00 WITA.

DAY 2

Tidak disadari pagi pun tiba dan aku sendiri nggak sadar kalau sudah pagi karena memang dari kemarin sudah cukup lelah dan kurang tidur karena efek terlalu excited. Emang bener sih nggak nyesel dan baru sampai di resortnya saja sudah cukup terpuaskan. Setelah sarapan pagi dan bersiap-siap akhirnya aku dan teman-teman memulai perjalalan eksplorasi menjelajah Kepulauan Togean. Dihari pertama dan destinasi pertama kami menuju Jelly Fish Lake atau Danau Ubur-Ubur.

Pertama kali mendengar ubur-ubur aku sendiri sudah berpikir kayaknya menyengat kan ubur-ubur seperti difilm sponge bob square pants wkwkwk ternyata pas aku nanya sama guidenya ubur-ubur disini sendiri tidak menyengat loh EATers, jadi aman tuh pas berenang. Mengingat ubur-ubur tidak menyengat aku jadi teringat Pulau Kakaban di Derawan yang memiliki ubur-ubur tidak menyengat juga.

IMG_5527
Sampai di Jelly Fish Lake
IMG_5542
Jelly Fish Lake
IMG_1390
Jelly Fish Lake

Ketika setibanya kami di Jelly Fish Lake tentu harus menyandarkan kapal didock tetapi sayangnya perahu kami tidak bisa menjangkau dock dan mau nggak mau harus jalan menyusuri pinggir laut menuju ke Jelly Fish lake. Banyak sekali batu-batuan dibawah sana dan tentu perlu berhati-hati, aku saranin kamu menggunakan sandal jepit karet dan membawa tas anti air karena bisa saja kamu tergelincir dan barang-barang kamu menjadi korbannya. Akhirnya setelah sampai di Jelly Fish lake aku dan teman-teman memutuskan untuk berenang sambil melihat ubur-ubur yang tidak menyengat ini.

Processed with VSCO with c6 preset
Aku di Jelly Fish Lake
DCIM101GOPROGOPR2174.JPG
Jelly Fish

Jadi nih EATers, ubur – ubur ini sendiri berada di danau air asin gitu, dan berenang bebas. Btw kamu kalau pas mau nyebur kesini jangan menggunakan sunblock atau kandungan kimia apapun ya karena dapat mengganggu habitat dari ubur-ubur ini sendiri. Disini awalnya aku takut untuk berenang karena cukup dalam, tetapi akhirnya aku memberanikan diri untuk berenang dan menikmati ubur-ubur yang bergerak bebas. Oh iya satu lagi nih, jangan menyentuh ubur-ubur dengan tangan kamu ya EATers karena tubuh mereka dapat dengan mudah mengurai.

Setelah aku dan teman-teman puas menikmati Jelly Fish Lake tidak terasa sudah siang dan waktunya kami untuk makan siang. Kami bersiap-siap beres-beres untuk kembali menuju perahu untuk makan siang. Kemudian kami menepi kepantai Taipi yang lokasinya tidak jauh dari Jelly Fish Lake, disini kami menikmati menu makan siang kami yang telah disediakan dan setelah kami makan siang tentu dong sambil ngecek gadget dan berharap terdapat secercah mujizat buat dapetin signal handphone. Ternyata bersyukur deh kamu para pengguna telkomsel disini masih dapetin signal walaupun terkadang bisa ilang sendiri signalnya. Semuanya akhirnya jadi pada sibuk upload instastory, post instagram, path sampai ada yang nelepon gebetannya.

Setelah puas makan siang, upload sosial media sampai kangen-kangenan sama gebetan akhirnya kami melanjutkan eksplorasi di Pulau Taipi ini EATers. Aku dan teman-teman tentu sudah dibolehkan menggunakan sunblock, tanning oil serta perawatan kulit lainnya dan menggunakan kacamata snorkling dan membawa beberapa pelampung. Aku sendiri ketika berada dipulau Taipi ini menggunakan pelampung EATers karena terumbu karang dipulau ini sangat rapat dan kalau tiba-tiba nggak kuat berenang kan gak mungkin injak terumbu karangnya. Karena selain terumbu karangnya tajam, terumbu karang dapat rusak jika kita injak EATers, makanya akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan pelampung disini.

Sambil menggunakan pelampung aku berenang dengan teman-teman ketengah laut dan memang pas berenang terumbu karangnya itu sangat rapat. Akhirnya sampai juga nih ketengah laut dan akhirnya aku sambil menatap kebawah dan melihat keindahan bawah laut yang mempesona. Pada saat aku ditengah laut ombaknya ternyata cukup kuat dan akhirnya mengombang ambingkan aku dan teman-teman di tengah laut, jadi berasa main ayunan disini 😂. Setelah puas menikmati keindahan bawah laut pulau Taipi akhirnya aku dan teman-teman memutuskan untuk kembali ke perahu dan melakukan perjalanan ke resort karena hari semakin sore dan kami tidak ingin kembali ketika gelap.

Ini nih EATers yang benar-benar menegangkan buat aku sendiri ketika ingin kembali ke perahu, ternyata aku salah jalan dan yang aku lewati itu adalah laut yang terumbu karangnya tinggi dan rapat sekali. Untung sekali aku menggunakan pelampung sehingga setidaknya mengapung. Tetapi bayangin aja deh aku ngerasa perut sama karang-karang cuma beda beberapa centimeter, kalau dikit aja nggak lurus badannya bisa sobek nih perut 😭. Beruntungnya aku berhasil melewati terumbu karang tersebut hingga kembali ke perahu dengan aman.

Setelah siap semua dan barang-barang kami yakini tidak ada yang tertinggal, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Karina, pantai ini sendiri berlokasi tidak jauh dari Jelly fish lake. Pantai ini sangat bersih, berpasir putih dan tidak ada terumbu karang dan sangat cocok untuk berfoto-foto hehehe (berasa kayak private island). Disini aku dan teman-teman menikmati keindahan sambil rileks dan berfoto-foto.

IMG_1391
Karina beach
DCIM101GOPROGOPR2310.JPG Processed with VSCO with c7 preset
Jadi ikan duyung bareng announcer hits Prambors satu ini (Kenny Djafar)
DCIM101GOPROGOPR2341.JPG
Rileks di Karina Beach
IMG_1464
Rileks di Karina beach

DAY 3 

Rintik-rintik hujan menemani pagi hari aku di Bolilanga Island Resort, pada saat itu aku terbangun dengan rintikan hujan diatas genteng kamar villa dimana aku tinggal selama berada disini. Aku sendiripun akhirnya berjalan kebalkon depan villa dan memang benar hujan turun dengan derasnya, akhirnya aku hanya menghabiskan waktu pagi ketigaku didalam kamar sambil mendengar musik.

IMG_1382
Pelangi sehabis hujan
IMG_1380
Langit berkabut
IMG_1378
Langit berkabut

Selang beberapa saat kemudian perlahan-lahan hujan pun mulai reda dan ketika aku keluar kamar munculah pelangi yang indah dan mempesona, tentu aku sendiri jarang bisa melihat pelangi di ibukota, karena mungkin tertutupi dengan polusi udara. Setelah puas berfoto-foto sambil melihat keindahan pemandangan melalui resort, akhirnya akupun sarapan setelah puas menikmati pemandangan dari resort. Setelah sarapan pagi, akhirnya aku dan teman-teman pun mempersiapkan diri menuju destinasi yang akan dituju pada hari ini.

Destinasi aku dan teman-teman pada hari ini adalah mengunjungi Pulau Papan, salah satu pulau yang berpenghuni dan merupakan perkampungan suku Bajo diatas laut. Jadi nggak sabar buat cepat-cepat sampai disana. Perjalanan aku menuju Pulau Papan ditemani dengan rintikan hujan serta ombak yang cukup deras, tetapi akhirnya selang beberapa saat aku dan teman-teman pun tiba juga di Pulau Papan.

IMG_1394
Pulau Papan dari ketinggian
IMG_1405
Pulau Papan
IMG_1395
Anak-Anak Suku Bajo berenang dengan lincahnya
Processed with VSCO with a3 preset
Aku di Pulau Papan
IMG_5754
Aku di Pulau Papan

Setibanya dipulau papan aku sendiri terpesona melihat keindahan lautnya yang bening sehingga semua biota laut dan terumbu karangnya terlihat jelas, walaupun cuaca sehabis hujan tetapi bawah lautnya tetap terlihat cantik. Soalnya nih kata temenku sendiri biasanya laut sehabis hujan akan butek dan tidak secantik biasanya. Ok lanjut keperjalanan menyusuri Pulau Papan, kami pun menuju bukit tertinggi yang melewati perkampungan warga, jalan menuju kebukit tersebut cukup licin dikarenakan sehabis hujan, tetapi sesampainya diatas benar-benar sangat indah sekali.

Sepuasnya melihat keindahan Pulau Papan dari ketinggian, akhirnya akupun turun dan kembali melewati perkampungan warga dan terdapat warung untuk berbelanja. Akhirnya aku dan teman-teman lainnya pun membeli beberapa kebutuhan dan cemilan untuk keperluan diresort nanti. Setelah kami puas membeli kebutuhan kami, akhirnya kami menaruh barang belanjaan diperahu dan siap untuk berenang byurrrr!. Awalnya aku sendiri tidak mau berenang karena malas harus basah-basahan dan ngeringin lagi, tetapi akhirnya aku memutuskan untuk berenang karena ingin merasakan sendiri bawah laut disekitar pulau Papan dan ternyata benaran indah sekali dan menakjubkan, anak-anak suku bajo juga ikut berenang dan mereka sangatlah lihai sekali dalam berenang. Aku sendiri berenang dan menikmati keindahan bawah lautnya sampai berfoto-foto.

Puas bereksplorasi pulau papan kami ingin melanjutkan perjalalan ke Reef tetapi karena cuaca sehabis hujan sehingga pastinya reef akan terlihat butek dan tidak seindah biasanya, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke resort sambil menikmati keindahan pulau. Dalam perjalalan aku dan teman-teman sambil menyantap menu makan siang yang telat kami santap sehingga sebutannya jadi makan sore. Habisnya sudah asik dengan bawah laut sambil berenang sehingga rasa lapar pun terlupakan.

Perjalanan kembali keresort cukup mengombang ambingkan perahu yang kami tumpangi, karena ombak cukup kuat dan faktor cuaca yang tidak secerah biasanya tetapi syukurlah aku nggak mual karena mabok laut. Akhirnya setelah beberapa saat perjalanan, aku dan teman-teman tiba juga di resort. Sesampainya diresort aku pun beres-beres belanjaan dan langsung bergegas untuk berenang sambil menikmati sunset di depan resort.

IMG_5465
Sunset di resort
IMG_1463
Sunset di resort

DAY 4 

Tidak terasa ini adalah hari terakhir penjelajahanku di Pulau Papan, belum rela rasanya harus meninggalkan pulau yang indah ini tetapi mau bagaimana lagi, tentunya ada pertemuan dan ada perpisahan yang terpenting bagaimana kita menikmati dan enjoy hari demi hari. Pagi terakhir eksplorasi di Togean aku isi dengan sarapan pagi seperti biasanya dan tentu bersiap-siap untuk melanjutkan eksplorasi hari terakhirku di Togean.

DCIM100GOPROGOPR0289.JPG
Berenang di California Reef
IMG_1470 2
California Reef
IMG_1471
California Reef
IMG_1454
California Reef
IMG_1453
California Reef

Hari ini aku dan teman-teman akan mengunjungi 2 tempat yaitu adalah Reef 4 dan California Reef, aku sendiri sampai sekarang masih bingung cara penyebutan reef empat atau reef 4 pokoknya reef empat lah hehehe. Aku sendiri juga pada awalnya ngebayangin gimana sih California Reef itu sendiri, soalnya dari namanya saja american banget gitu hehehe. Cuaca terik menemani perjalanan kami ke reef 4 dan sesampainya disana kami pun stop didekat tumpukan terumbu karang yang sudah mati tetapi menggunung kemudian berenang ketengah lautan.

Sesampainya ditengah aku sendiri pun menikmati keindahan bawah laut yang menawan dan ingin mencoba menyelam untuk mendapatkan foto yang bagus, tetapi beberapa kali mencoba untuk menyelam aku sendiri gagal melulu. Baru setengah perjalanan kedasar saja sudah tidak kuat karena telinga berasa sakit, mungkin perlu sering main kelaut biar makin pro hehhee tetapi lihat dari atas saja sudah cukup puas kok. Setelah puas menikmati reef empat akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan menuju California Reef.

Sesampainya di California Reef dan berenang disana, rasa air asinnya semakin kuat. Awalnya aku agak takut sekali berenang di California Reef ini sendiri dikarenakan diujung deretan terumbu karang terdapat palung yang dalam,  tetapi akhirnya aku memberanikan diri untuk berenang dan menikmati reefnya. Ketika lelah berenang aku beristirahat sebentar diperahu sambil minum air putih kemudian lanjut lagi deh berenang. Setelah puas menikmati keindahan California Reef akhirnya aku dan teman-teman memutuskan untuk kembali ke resort.

Tetapi dalam perjalalan ke resort sendiri, kami mampir terlebih dahulu ke perkampungan warga yang letaknya tidak terlalu jauh (bukan balik ke Pulau Papan ya EATers) perkampungan ini tidak diatas laut tetapi ditanah seperti pada umumnya hehehe. Disana kami membeli ikan segar yang akan dibakar untuk menu makan malam nanti.

DAY 5

Hari demi hari pun berlalu sehingga pada akhirnya tiba waktunya untuk aku pamit pulang meninggalkan Kepulauan Togean ini, setelah sarapan pagi aku sendiri langsung bergegas memerika barang bawaan. Semua barang telah terpacking rapi dan akhirnya akupun masih menikmati keindahan resort dimana kami tinggal, setelah siang hari dan selepas jam makan siang akhirnya waktu aku untuk kembali ke Gorontalo. Aku dan teman-teman kembali menggunakan perahu menuju dermaga dan kali ini kami balik ke Gorontalo dengan menggunakan kapal ferry selama 12 jam. Tentu ini adalah pengalaman pertamaku berada dikapal ferry selama ini, sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Togean i will come back again soon, totally beautiful and awesome!, kalian harus mampir sendiri deh EATers.

IMG_1400
Kapal Ferry yang kami gunakan untuk kembali ke Gorontalo

 

Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s