Pertama kali menginjakan kaki di Tanah Sumba (Part II – Sumba Timur) 

Perjalananku di tanah Sumba belum selesai, kali ini aku dan teman-teman akan menjelajahi Sumba Timur yang tentunya pemandangan alamnya yang tidak kalah menarik loh EATers. Dalam perjalanan menuju Sumba Timur aku dan teman-teman menyempatkan diri untuk mampir sebentar menikmati suasana perbukitan yang indah naik turun bukit perjalanan kami ditemani dengan pemandangan yang hijau nan menawan membuat hati ini tenang sekali EATers. Apalagi dalam perjalananku selama di Sumba ini satu mobil dengan Asoka (@asokaremadja), Feli (@nonafeli) dan Ratna (@sinond) yang memang kami itu anaknya nggak bisa diam dan senang sekali menikmati pemandangan alam yang asri. Jendela mobilpun kami buka untuk menikmati udara yang sejuk di Sumba ini, serta dering musik disko menemani perjalanan kami menuju Sumba Timur.

Dalam perjalanan ke Sumba Timur

Setelah beberapa jam perjalanan dan energi kami mulai terkuras karena karokean dalam mobil akhirnya kami telah tiba juga di Sumba Timur. Yeayyy penasaran nggak sih sama pemandangan yang ada disini dan tempat tujuanku selama berada di Sumba Timur, berikut beberapa tempatnya :

Bukit Wairinding

aku di Bukit Wairinding
Bukit Wairinding
aku di Bukit Wairinding
Bersama anak-anak di Bukit Wairinding
img_0042-1
bersama anak-anak di bukit wairinding

Indahnya Tanah Sumba bisa dicerminkan dari Bukit Wairinding ini salah satunya EATers, bukit ini mulai ramai dikunjungi oleh para pelancong setelah adanya shooting film Pendekar Tongkat Emas memang waktu aku mengjunjungi tempat ini pemandangannya sangatlah indah sekali. Terletak di Desa Pambota Jara, Kecamatan Pandawai atau sekitar 30 menit dari pusat kota Sumba Timur, Bukit Wairinding ini sangatlah menawan EATers. Katanya nih kalau kamu datang kesini pas musim kemarau sekitar bulan juli hingga oktober maka suasana disini akan seperti di daratan Afrika yang seperti padang savana gitu 😍.

Dan misalnya kalau kamu datang ketika musim hujan maka kamu akan merasakan layaknya seperti perbukitan di New Zealand dengan suasana yang sunyi. Waktu aku kesini kemarin bertemu dengan anak-anak disana yang senantiasa menenami kami menikmati indahnya Bukit Wairinding ini. Sempat aku bertanya kepada mereka kamu sudah sekolah, sudah kak katanya. Terus naik apa ke sekolah? jalan kaki sekitar 3 km, OMG kita sendiri aja disuruh jalan kaki beda blok aja malas lihat deh mereka yang jalan kaki 3 km buat sekolah tetap semangat, harus bersyukur loh EATers. Ternyata disini akses air masih susah sehingga mereka perlu berjalan mendaki bukit beberapa kilometer untuk mengambil air yang dibawa dijerigen diatas kepala mereka. Luar biasa sekali ya EATers, aku terkagum-kagum mendengar cerita mereka. Aku cuma bisa mendukung mereka agar tetap semangat mencapai cita-cita mereka, karena pasti tidak ada hasil yang menghianati usaha.

Pantai Walakiri

Setelah menikmati indahnya Bukit Wairinding ini kami melanjutkan perjalanan untuk menikmati matahari terbenam kedua kami di Tanah Sumba, kali ini nggak terlambat seperti kemarin EATers. Kali ini aku dan teman-teman menikmati keindahan sunset di Pantai Walakiri waktu kami tiba dipantai ini pasir putih menyambut kami, dan ada bintang laut dipasir (waduh udik banget) pertama kali memegang bintang laut nih aku dialam bebas hahaha. Ingat ya pas mau ngangkat bintang lautnya jangan kelamaan ntar bisa mati soalnya bintang lautnya (maksimal 10 detik lah ya) .

Aku berjalan mengelilingi pantai ini mencari spot bagus difoto, indah sekali pantai ini. Letaknya tidak jauh dari pusat kota Waingapu yaitu sekitar 24km dan dapat ditempuh sekitar 30 menit perjalanan EATers. Kamu dapat menyewa motor atau mobil dari pusat kota dikarenakan disini transportasi umumnya sangat susah ya. Pantai Walakiri ini memiliki mangrove yang sangat indah dan unik loh EATers serta dijajari oleh pohon kelapa yang memberikan suasana nyaman. Pantai Walakiri ini sangat tepat untuk menikmati sunset loh EATers, apabila air sedang pasang pantai ini terlihat biasa saja tetapi ketika air sedang surut siluet mangorve seakan menari-nari menunjukan keindahannya. Sangat fotogenik dari segala sisi dan menakjubkan.

Puru Kambera

Perjalanan menuju Puru kambera
Puru Kambera
Puru Kambera

Petualangan hari kemarin telah usai dan inilah hari selanjutnya ketika aku dan teman-teman mengunjungi destinasi menarik lainnnya, yaitu Puru kambera. Dari pusat kota Waingapu ke Puru Kambera ditempuh selama 25 menit dengan kendaraan roda empat alias mobil. Hamparan pohon cemara tumbuh dan berjejer menghiasi keindahan savana ini. Diujungnya merupakan pantai yang menjurus kelaut lepas. Suasana ketika aku berada disini sangat terik sekali, jangan lupa untuk menggunakan sunblock ataupun tanning oil biar nggak kebakar ya kulit kamu EATers.

Ketika kamu turun kebawah juga perhatikan langkah kaki kamu baik-baik dikarenakan banyak “ranjau” alias kotoran hewan yang bertebaran. Sekilas seperti berada didaratan afrika ya EATers, tetapi ini di Indonesia loh tepatnya di Sumba Timur. Umumnya disini kamu bisa menemukan banyak sapi, kuda ataupun babi yang bebas  melangkah kesana kemari. Hanya satu kata yang bisa aku katakan yaitu Indonesia itu indah.

Air Terjun Tanggedu

Perjalanan menuju Air Terjun Tanggedu
Perjalanan menuju Air Terjun Tanggedu

Setelah puas berfoto-foto dan menikmati indahnya alam di Puru kambera, aku dan teman-teman langsung melanjutkan perjalanan menuju Air Terjun tanggedu. Perjalanan menuju Air Terjun ini tidak mudah loh EATers kalau bisa dibilang melewati gunung dan melewati lembah (lebai sekali hahaha) memang melewati bukit dan turunan yang terjal EATers. Apalagi cuaca terik Sumba Timur cukup menyengat dikulit, tetapi sebelum kami berjalan beberapa kilometer menuju Air Terjun Tanggedu aku dan teman-teman makan siang dulu untuk mengisi energi kami.

Setelah kenyang makan siang kami pun memulai perjalanan menuju Air terjun Tanggedu ini, perjalanan yang cukup melelahkan dengan view yang indah. Meskipun lelah tetapi tetap semangat untuk melihat indahnya air terjun ini. Jangan lupa EATers bawa backpack seperti yang aku lakukan disini, membawa persediaan air minum, baju ganti dan perlengkapan pribadi. Karena tentu perjalanan yang cukup panjang membutuhkan asupan air mineral sehingga kita tidak dehidrasi.

Perbukitan yang indah ditambah suasana yang sunyi seakan membuat aku menyatu dengan alam, gila Sumba indah banget. Untuk memasuki air terjun tanggedu ini dikenakan biaya sebesar IDR 5.000/orang tentu sangat terjangkau kan. Anggap aja seperti sumbangan untuk masyarakat setempat. Perjalanan menuju air terjun ini cukup melelahkan aku saranin kamu menggunakan sandal gunung ataupun sepatu olahraga ya ketika mengunjungi tempat ini karena medannya benar-benar menantang. Setelah melewati daratan lurus kami harus turun kebawah dengan pemandangan disampingnya itu seperti jurang atau cukup berbahaya jika kamu terjatuh tetapi aman kok ada tali yang bisa kamu pegang.

Air Terjun Tanggedu

Setelah beberapa saat akhirnya tiba juga di Air Terjun Tanggedunya, viewnya benar-benar indah dan semua perjuangan yang aku beserta teman-teman lakukan terbayarkan. Air terjun tanggedu ini cantik sekali, aku aja yang awalnya tidak mau berenang akhirnya luluh dan ingin menikmati segarnya air disini. Badan jadi segar kembali setelah nyebur disini.

bersama masyarakat Tanggedu
bersama masyarakat Tanggedu

Setelah puas menikmati indanya alam Air Terjun Tanggedu aku dan teman-teman menyempatkan diri untuk berfoto bersama masyarakat lokal. Mereka ada yang lagi nyirih nih EATers kayak difoto diatas, mereka sangat ramah sekali dan melihat piaraan babi mereka yang sangat lucu hahhaa. Akhirnya perjalanan di Sumba Timur hari inin sudah selesai akhirnya kami pun kembali untuk makan malam dan beristirahat dihotel.

Menggunakan pakaian adat Sumba

Ini adalah hari terakhirku di Tanah Sumba EATers, sebelum kami balik menuju airport. Kami pergi dulu ketempat pembuatan kain tenun Sumba yang memang dalam pengerjaannya itu membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga memang wajar jika harganya juga sangat mahal sekali. Aku sangat senang sekali dapat diberi kesempatan menggunakan pakaian adat sumba dari atas hingga bawah kalau dihitungh ratusan juta nih dibadanku hahaha. Harga kain sumba itu mulai dari IDR 3.000.000 – ratusan juta loh EATers tergantung motif dan bahan baku. Pewarna yang mereka gunakan juga sangat alami jadi lebih tahan lama EATers.

Perjalanan di tanah Sumba pun telah berakhir, banyak sekali kenangan yang tidak akan terlupakan disini. Pemandangan alam yang indah, budaya, adat istiadat serta masyarakat yang sangat ramah akan selalu teringat dimemoriku. Suatu saat nanti pasti aku akan kembali ke Sumba.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s